Jumat, 26 September 2014

19 September 2014

Haihaiiiiii hari ini saya mau post tentang induksi dan deduksi 

mari dibacaaaa 

INDUKSI

Penalaran induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu.

Premis hanya menetapkan bahwa kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebab premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.

CIRI CIRI PENALARAN INDUKSI
1)Premis premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera, indera menangkap dan akal menerima
2)Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada yang dinyatakan didalam premis premisnya. karena itu pikiran tidak terikat untuk menerima kebenaran kesimpulannya. jadi menurut kaidah kaidah logika penalaran ini tidak sahih
3)Meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat akan tetapi manusia yang normal akan menerimanya kecuali, apabila ada alasan untuk menolaknya. jadi dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kreadibilitas rasional yang disebut probabilitas.

GENERALISASI INDUKTIF
-Proses induksi dapat dibedakan menjadi generalisasi induksi, analogi induktif dan hubungan sebab akibat
-Generalisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat2 tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua.
-Dapat dikatakan juga sebagai bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum

Prinsipnya adalah "Apa yang terjadi beberapa kali dapat diharapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi".

ANALOGI INDUKTIF
-Analogi adalah berbicara mengenai dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan
-Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu persamaan dan perbedaan.
-Apabila kita membandingan dua orang hanya melihat dari aspek persamaanya tanpa melihat perbedaan maka timbullah analogi yaitu persamaan di antara dua hal yang berbeda.

1.Generalisasi tidak terbatas secara numerik
artinya generalisasi tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
2.Generalisasi tidak terbatas secara "spasiotemporal"
artinya generalisasi tidak boleh terbatas dalam ruang dan waktu jadi berlaku dimana saja dan kapan saja.
3.Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian
misalnya ada fakta bahwa anak SMA itu berbeda dengan mahasiswa.

Analogi dalam penalaran adalah analogi induktif yang artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat sifat esensial yang sama.

Prinsip dasar penalaran analogi induktif adalah 
"Karena hal d analog dengan a,b,c maka apa yang berlaku bagi a,b dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d."

FAKTOR PROBABILITAS 
Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan
misalnya kesimpulan bahwa "semua manusia akan mati" maka kesimpulanya adalah yang pasti benar hanya jika menunjuk pada mereka yang telah mati.'

Fakta disanologi dengan prinsipnya 
"semakin besar faktor disanologi didalam premis akan semakin tinggi probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud dengan faktor disanologi adalah faktor ketidaksamaan.

Fakta analogi berkenaan dengan prinsip 
"semakin besar jumlah faktor analogi didalam premis akan semakin rendah probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud hal ini adalah faktor kesamaan.

KESESATAN GENERALISASI/ANALOGI

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif yaitu :
1. Faktor tergesa gesa
2. Faktor ceroboh
3. Faktor prasangka

HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
-Bentuk penalaran induksi yang ketiga adalah hubungan sebab akibat
-Prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa 
"suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu."
-Hubungan sebab akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan atau kejadian lainnya. kejadian yang lainnya disebut sebab dan yang terjadi sebagai akibat.

Hubungan sebab akibat merupakan suatu hubungan yang intrinsik atau hubungan yang asasi dalam pengertian hubungan yang sedemikian rupa sehingga apabila satu (Sebab) ada/tiada maka yang lain juga pasti ada/tiada,

Hubungan sebab akibat antara peristiwa peristiwa dapat terjadi dalam 3 pola yaitu :
1.pola dari sebab ke akibat
2,pola dari akibat ke sebab
3.pola dari akibat ke akibat



DEDUKSI

Penalaran dibedakan menjadi dua yaitu tidak langsung dan langsung

-Penalaran tidak langsung mencakup penalaran deduktif dan induktif
-Penalaran deduktif ini selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme

Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis premis dan dari premis itu ditarik suatu kesimpulan.

premis dari suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan.
artinya jika premis benar maka kesimpulan juga harus benar.

CIRI CIRI SILOGISME 

  1. Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris
  2. Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan 
  3. Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing masing term tamoak didalam dua dari tiga proposisi.

2 komentar: