Sabtu, 27 September 2014

PERTEMUAN 5, SENIN 22 SEPTEMBER 2014

Haiiiiiii teman teman saya mau ngpost tentang silogisme, Logika, dan etika dan moral  hehhe

SILOGISME 

Apa itu Silogisme?
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis premis) disimpulkan suatu putusan yang baru.
Prinsip : bila premis benar maka simpulannya benar 
Dua macam silogisme :
1.Silogisme Kategoris
2.Silogisme Hipotetis 

SILOGISME KATEGORIS 
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat)

contoh :
M - P perbuatan jahat itu haram
S - M menghina itu adalah perbuatan jahat
S - P maka, menghina itu haram 
Bila penalaran baik silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.

SILOGISME KATEGORIS MAJEMUK
Bentuk silogisme yang premisnya sangat lengkap lebih dari 3 premis. 

Ada beberapa jenis jenisnya, yaitu :
-Epicherema : Silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan
-Sorites : Silogisme yang premisnya lebih dari dua. putusan putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
-Enthymema : Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. salah satu premis/simpulannya dilampaui. disebut juga silogisme singkat.
-Polisilogisme : Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.


ETIKA DAN MORAL

Pengertian Etika :
Berasal dari bahasa Yunani yaitu ETHOS yang memiliki arti kebiasaan.

Istilah Moral dan etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim.

Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia.

Etika adalah Perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai. 
keduanya mempunya fungsi yang sama yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini tetapi bedanya moralitas langsung mengatakan kepada kita 
     "Inilah caranya anda harus melangkah"

sedangkan etika justru mempersoalkan 
     "Apakah saya harus melangkah dengan cara itu?"

Dua macam Etika yang berkaitan dengan Nilai dan Norma 

a) Moral secara umum 
Moral adalah Norma untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi menjadi 2 :
-moral filosofis 
-moral teologis 

Moral Filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan 
misalnya : moral pancasila
Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama.

BERDASAR KAJIAN ILMU 
1. Etika Normatif : Mempelajari secara kritis dan metodis norma norma yang ada untuk dapat dipertanggung jawabkan maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
2. Etika Fenomenologis : Mempelajari secara kritis dan metodis gejala gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma norma, dsb. 

BERDASAR JENISNYA ETIKA
1.Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.


LOGIKA

Apa itu Logika? 
Logika dari bahasa Yunani yaitu Logikos berarti sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
Logika = Cabang filsafat yang mempelajari, menyusun dan membahas asas asas/ aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

secara singkat Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus 
(tepat).
Logika bukanlah teori belaka. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.

Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. 

OBJEK LOGIKA
Ada 2 objek yaitu :
-Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
-Objek Formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat dan tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa. 

MACAM MACAM LOGIKA
Ada 2 macam logika yaitu :
-Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
-Logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari. 

LOGIKA FORMAL
-Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk
-Logika formal disebut juga logika minor

LOGIKA MATERIAL/ISI 
-Logika yang membahas tentang kebenaran isi
-Logika material disebut juga logika mayor

Sudah dulu ya, bsk post lagi :)


Jumat, 26 September 2014

19 September 2014

Haihaiiiiii hari ini saya mau post tentang induksi dan deduksi 

mari dibacaaaa 

INDUKSI

Penalaran induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu.

Premis hanya menetapkan bahwa kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebab premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.

CIRI CIRI PENALARAN INDUKSI
1)Premis premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera, indera menangkap dan akal menerima
2)Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada yang dinyatakan didalam premis premisnya. karena itu pikiran tidak terikat untuk menerima kebenaran kesimpulannya. jadi menurut kaidah kaidah logika penalaran ini tidak sahih
3)Meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat akan tetapi manusia yang normal akan menerimanya kecuali, apabila ada alasan untuk menolaknya. jadi dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kreadibilitas rasional yang disebut probabilitas.

GENERALISASI INDUKTIF
-Proses induksi dapat dibedakan menjadi generalisasi induksi, analogi induktif dan hubungan sebab akibat
-Generalisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat2 tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua.
-Dapat dikatakan juga sebagai bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum

Prinsipnya adalah "Apa yang terjadi beberapa kali dapat diharapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi".

ANALOGI INDUKTIF
-Analogi adalah berbicara mengenai dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan
-Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu persamaan dan perbedaan.
-Apabila kita membandingan dua orang hanya melihat dari aspek persamaanya tanpa melihat perbedaan maka timbullah analogi yaitu persamaan di antara dua hal yang berbeda.

1.Generalisasi tidak terbatas secara numerik
artinya generalisasi tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
2.Generalisasi tidak terbatas secara "spasiotemporal"
artinya generalisasi tidak boleh terbatas dalam ruang dan waktu jadi berlaku dimana saja dan kapan saja.
3.Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian
misalnya ada fakta bahwa anak SMA itu berbeda dengan mahasiswa.

Analogi dalam penalaran adalah analogi induktif yang artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat sifat esensial yang sama.

Prinsip dasar penalaran analogi induktif adalah 
"Karena hal d analog dengan a,b,c maka apa yang berlaku bagi a,b dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d."

FAKTOR PROBABILITAS 
Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan
misalnya kesimpulan bahwa "semua manusia akan mati" maka kesimpulanya adalah yang pasti benar hanya jika menunjuk pada mereka yang telah mati.'

Fakta disanologi dengan prinsipnya 
"semakin besar faktor disanologi didalam premis akan semakin tinggi probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud dengan faktor disanologi adalah faktor ketidaksamaan.

Fakta analogi berkenaan dengan prinsip 
"semakin besar jumlah faktor analogi didalam premis akan semakin rendah probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud hal ini adalah faktor kesamaan.

KESESATAN GENERALISASI/ANALOGI

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif yaitu :
1. Faktor tergesa gesa
2. Faktor ceroboh
3. Faktor prasangka

HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
-Bentuk penalaran induksi yang ketiga adalah hubungan sebab akibat
-Prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa 
"suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu."
-Hubungan sebab akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan atau kejadian lainnya. kejadian yang lainnya disebut sebab dan yang terjadi sebagai akibat.

Hubungan sebab akibat merupakan suatu hubungan yang intrinsik atau hubungan yang asasi dalam pengertian hubungan yang sedemikian rupa sehingga apabila satu (Sebab) ada/tiada maka yang lain juga pasti ada/tiada,

Hubungan sebab akibat antara peristiwa peristiwa dapat terjadi dalam 3 pola yaitu :
1.pola dari sebab ke akibat
2,pola dari akibat ke sebab
3.pola dari akibat ke akibat



DEDUKSI

Penalaran dibedakan menjadi dua yaitu tidak langsung dan langsung

-Penalaran tidak langsung mencakup penalaran deduktif dan induktif
-Penalaran deduktif ini selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme

Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis premis dan dari premis itu ditarik suatu kesimpulan.

premis dari suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan.
artinya jika premis benar maka kesimpulan juga harus benar.

CIRI CIRI SILOGISME 

  1. Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris
  2. Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan 
  3. Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing masing term tamoak didalam dua dari tiga proposisi.


CRITICAL THINKING 

BERPIKIR KRITIS  :
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.

KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS 
1.Rasional
2.Reasonable
3.Reflektif 
-Berpikir kritis tidak "melompat pada kesimpulan" ; buruh waktu untuk koleksi data, timbang fakta, dan pikirkan permasalahan.

MELIBATKAN SKEPTICISM YANG SEHAT DAN KONSTRUKTIF
-Tidak menerima atau menolak ide ide kecuali karena mengerti hal tersebut 
-Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.

OTONOMI
-Tidak mudah dimanupulasi
-berpikir dengan pikiran sendiri

KREATIF 
-Menciptakan ide ide orisinil dengan cara menghubungkan pemikira pemikiran dan konsep

ADIL
-Tidak bias atau berpihak

DAPAT DIPERCAYA DAN DILAKUKAN 
-Memutuskan tindakan yang akan dilakukan  
-Membuat observasi yang dapat dipercaya 
-Menegakkan kesimpulan secara tepat
-Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan

5 Model Berpikir Kritis 
T : Total Recall (Pemanggilan Total)
=Mengingat fakta/suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan.
=Kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.

H : Habits (Kebiasaan) 
=Pendekatan berpikir yang diulang ulang dengan sering 
-Sesuatu yang "dilakukan tanpa berpikir"
-Walaupun bukan dilakukan tanpa dipikir tetapi hal tersebut telah mendarah daging sehingga terlihat seperti tidak disadari

I  : Inquiry (Pencarian Informasi)
=Memeriksa isu isu secara mendalam dengan menanyakan hal hal yang terlihat nyata
=Cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu kesimpulan
N : New ideas and creativity (Ide ide baru dan kreatifitas)
=Model ini membuat sso berpikir melebihi buku sumber
=Kreatif><Habits

K : Knowing how you think (Mengetahui apa yang anda pikirkan)
=Berpikir tentang bagaimana sso berpikir
=METACOGNITION : Berada diantara proses mengetahui



PERTEMUAN 4

Haiiiii saya mau ngpost lagi nih pertemuan ke4 dan maafkan yaaa baru post heheh :)
yukkk mari dilihat dan dibaca


SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME

Subyektivisme 
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.

Pendukung pandangan ini adalah : 



Aristoteles

Plato

Rene Descartes


Ciri-ciri pendekatan subyektivisme :

   -Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan yang istimewa) misalnya : sejarah, kepercayaan dsb 
  
   -Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.

  -Prinsip subyektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal benar secara pasti dan meyakinan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.

Subyektivisme menurut Descartes :

 Cogito ergo sum cogitans : saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir. Ketika descartes berbicara mengenai "berpikir" ia tidak bermaksud secara ekslusif pada penalaran saja tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan "berpikir".

    -Realisme epistemologi : berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan 
"apa yang lain" dari diri saya. 

    -Idealisme epistemologi : berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni. 


OBYEKTIVISME
Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu.

Pendukung pandangan ini adalah :
-Popper
-Latatos 
-Marx

Ada 3 pandangan dasar obyektivisme :
1.Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif
2.Kebenaran itu datang dari bukti faktual
3.Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi

    Pandangan ini sangat dekat dengan positivisme dan empirisme

Perbedaan antara obyek khusus dan obyek umum :

-Obyek Khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera misalnya warna, suara, bau

-Obyek Umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba atau oleh indera lainnya.



KONFIRMASI, INFERENSI, DAN KONSTRUKSI TEORI

Konfirmasi = Penegasan, memperkuat
Fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna tentang sesuatu.

Ada 2 aspek konfirmasi yaitu : 
Kuantitatif
Kualitatif

KONFIRMASI KUANTITATIF 
Dengan membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum (generalisasi).

KONFIRMASI KUALITATIF
Melakukan dengan wawancara mendalam

Ada 3 jenis konfirmasi :
1) Decision Theory : Kepastian berdasarkan keputusan apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual
2)Estimation Theory : Menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. misalnya statistik
3)Reliability Theory : Menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah ubah terhadap hipotesis


INFERENSI
Kata inferensi artinya penyimpulan
Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan
inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)

Jenis jenis inferensi :
-Didalam logika proses penarikan konklusi dapat dilakukan melalui dua cara
-Yakni, cara deduktif dan induktif 
-Inferensi deduktif terbagi kedalam 2 jenis yaitu : 1)Inferensi langsung dan inferensi tidak langsung

INFERENSI LANGSUNG 
Inferensi langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan)
Premis yaitu data, bukti, datau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan
Kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersebut.

INFERENSI TIDAK LANGSUNG
Inferensi tidak langsung adalah penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis
konklusi tidaklah lebih umum daripada premis premisnya
premis premis merupakan proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi 
proposisi yang menjadi premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan propsisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.
Predikat konklusi disebut term mayor sedangkan subyek konklusi disebut term minor.
Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor sedangkan premis yang mengandung term minor disebut premis minor.

HUKUM INFERENSI : 
1)Kalau premis premis benar maka kesimpulan benar
2)Kalau premis premis salah maka kesimpulan dapat salah dapat kebetulan benar
3)Bila kesimpulan salah maka premis premis juga salah
4)Bila kesimpulan benar maka premis premisnya dapat benar tetapi dapat salah juga

Ada 2 kutub arti teori :
-Kutub 1 : Teori sebagai hukum eksperimental
-Kutub 2 : Teori sebagai hukum yang berkualitas normal seperti teori relativitasnya Einstein

Konstruksi Teori 
Definisi teori = Model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu
Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.

Pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode :
1)Animisme : Fase percaya pada mitos 
2)Ilmu Empiris : Tolak ukur ilmu paling sederhana adalah pengalaman, klasifikasi, penemuan hubungan, perkiraan kebenaran.
3)Ilmu Teoretis : Gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.

Ada 3 model konstruksi teori, yaitu :
1) Model Korespondensi : Kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2) Model Koherensi : Sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu.
3) Model Paradigmatis : Konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam menyederhanakan yang kompleks.

Aliran dalam konstruksi teori 
-Reduksionisme : Teori itu suatu pernyataan yang abstrak tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji langsung.
-Instrumentalisme : Teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
-Realisme : Teori dianggap benar bila real secara substantif ada bukan fiktif.

sekian dulu yaaa, saya lanjutkan materi selanjutnya ditunggu dan jangan lupa dikomentar





Selasa, 23 September 2014

KEBENARAN 


Definisi Kebenaran 

Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologi.
Lawan dari kebenaran adalah salah.
Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan atau dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. 
Suatu pengetahuan atau pernyataan disebut benar jika sesuai dengan kenyataan.
dengan demikian kenyataan menjadi suatu ukuran penentu penilaian.

Kata Yunani untuk kebenaran adalah aletheia. 
Pengertian Plato tentang kebenaran secara etimologi bahwa aletheia berarti 
"Karaktersembunyiaan adanya" atau "ketersingkapan adanya". 




Plato

Menurut Plato bahwa selama kita terikat pada "yang ada" dan tidak masuk pada 
'adanya dari yang ada" kita belum berjumpa dengan kebenaran karena "adanya" itu masih tersembunyi. 
Baru ketika selubung yang menutupi itu "semua yang ada" itu disingkapkan sehingga terlihat oleh mata batin kita maka terbukalah "adanya" atau bertemulah kita dengan kebenaran.

Kebenaran dalam konsep Plato dimengerti sebagai terletak pada objek yang diketahui.
Menurut Plato bahwa kebenaran sebagai ketidaktersembunyiaan adanya itu tidak dapat dicapai manusia selama hidupnya didunia ini.

~Konsep tidak dapat dinilai benar atau salah, betul atau keliru. konsep hanya bisa dinilai jelas dan terpilah atau kabur, memadai atau tidak memadai. 

~Persepsi tidak dapat disebut benar atau salah, yang bisa disebut benar atau salah adalah isi pernyataan tentang apa yang dipersepsikannya. Yang bisa benar atau salah adalah orang yang mepersepsikannya.

Berbeda dengan Plato, Aristoteles dalam memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subjek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif (menegaskan atau menguatkan) atau negatif.

Menurut kaum Positivisme Logis bahwa kebenaran dibedakan menjadi 2 yaitu :

   1) Kebenaran Faktual : kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual didunia nyata sebagaimana dialami manusia (yang biasanya diukur dengan dapat atau tidaknya secara inderawi)

   2) Kebenaran Nalar : kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia tetapi dapat menjadi sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia ini. kebenaran nalar dapat membantu untuk memperoleh kebenaran faktual. kebenaran nalar sebagai kebenaran dalam logika dan matematika kebenarannya di dasarkan pada penyimpulan deduktif.

Kebenaran Nalar berbeda dengan kebenaran faktual yang bersifat nisbi (hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang lain tidak mutlak dan relatif) dan Mentak (mungkin, belom pasti) sedangkan kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentu, pasti).


Selain kedua jenis kebenaran yang diungkapkan oleh kaum positivis logis mengikuti Thomas Aquinas maka kebenaran dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1) Kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) merupakan kebenaran yang terdapat dalam kenyataan entah spiritual atau material yang meskipun kemungkinan untuk diketahui.
misalnya : kebenaran tentang adanya segala sesuatu sesuai hakikatnya, kebenaran tentang adanya Tuhan, kebenaran tentang keabdian jiwa.

  2) Kebenaran Logis (Veritas Logica) sebagai kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan. 

KESAHIHAN dan KEKELIRUAN

~Kekeliruan perlu dibedakan dengan kesahihan
~Pada umumnya kekeliruan berarti menerima sebagai benar apa yang dinyatakan salah atau menyangkal apa yang senyatanya benar.

~Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subjek penahu sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.
~Kekeliruan muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat, menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan misalnya :
1. Sikap terburu buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses kegiatan mengetahui.
2. Sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap terlalu gegabah dalam melangkah. sikap pertama menyebabkan orang menganggap belum cukup bukti untuk dapat menerima kebenaran padahal sebenarnya sudah cukup sedangkan sikap yang kedua terlalu cepat merasa cukup menegaskan benar atau salah padahal belum cukup bukti.

sudah dulu yaaaa, dilanjutkan besokkk, babayyy...
jangan lupa dikomen yaaa ;)


About F.T.A 


Haiiiiiii semuaaa hari ini saya mau memberi tahu tentang F.T.A nih F.T.A ini adalah nama kelompok saya dan hari ini saya akan menjelaskan apa itu F.T.A dan apa tujuan F.T.A  yukkkkk mari...




F.T.A memiliki kepanjangan FILSAFAT TOUR AGENCY

F : FILSAFAT
Blog ini akan membahas tentang filsafat. blog ini akan membantu anda yang mencari informasi tentang filsafat.

T : TOUR 
Itulah cara kami dalam membawa anda mengenal lebih jauh tentang filsafat sehingga anda tidak akan merasa bosan dan kami juga menyediakan lagu untuk mengiring anda saat membaca blog ini.

A : AGENCY
Kami adalah agen/Tour guide anda yang akan membantu anda berkenalan dengan filsafat dan bila kesusahan anda dapat bertanya kepada kami.

KESIMPULAN dari F.T.A 

Kami ingin memperkenalkan filsafat dengan cara lain, karena banyak yang bilang kalau filsafat itu membosankan nah dengan cara ini kami ingin mejelaskan kepada teman teman tentang filsafat ini dengan cara yang membuat kalian tidak bosan. Melalui blog ini kami membawa kalian berkeliling dan mengenal filsafat lebih dekat.

Dan taraaaa hari ini para cewek cewek F.T.A narsissssss hehehe



Udah dulu yaaaaa jangan lupa selalu comment blog iniiii dan tunggu postingan selanjutnya yaaa :D




Senin, 22 September 2014

PERTEMUAN 3 KAMIS 18 SEPTEMBER 2014

Haiiiiii saya mau ngepost lagi nih tentang ''EPISTEMOLOGI" hehehe yuk mariiii


PENGERTIAN EPISTEMOLOGI 

Epistemologi dalam bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. 

Metode-metode untuk memperoleh pengetahuan 

     a) Empirisme : Suatu cara/ metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. John locke adalah bapak empirisme Britania mengatakan bahwa pada waktu manusia dilahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa) dan didalam buku itulah dicatat pengalaman pengalaman inderawi. 

    b) Rasionalisme : Berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. bukan karna rasionalisme mengingkari nilai pengalaman melainkan pengalaman paling paling dipandang sebagai jenis perangsang bagi pikiran. Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak didalam ide kita, dan bukannya didalam diri barang sesuatu.

    c) Fenomenalisme : Bapak fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran. karena itu kita tidak pernah mempunyai pengetahuan tentang barang sesuatu seperti keadaannya sendiri. Bagi Kant para penganut empirisme benar bila berpendapat bahwa semua pengetahuan didasarkan pada pengalaman meskipun benar hanya untuk sebagian. tetapi para penganut rasionalisme juga benar karena akal memaksakan bentuk bentuknya sendiri terhadap barang sesuatu serta pengalaman.

Ada 3 Sifat Epistemologi :

      1. Secara Kritis : Mempertanyakan/menguji cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.

      2. Secara Normatif : Menentukan tolak ukur/norma penalaran tentang kebenaran.

      3. Secara Evaluatif : Menilai apakah suatu keyakinan, pendapat suatu teori pengetahuan dapat di pertanggungjawabkan dan dijamin kebenaranya secara logis dan akurat.

Dasar dan Sumber Pengetahuan :

  -Pengalaman manusia
  -Ingatan (Memory)
  -Penegasan tentang apa yang diobservasi
  -Minat dan rasa ingin tahu
  -Pikiran dan Penalaran
  -Logika --> Berpikir logis
  -Bahasa --> Ekspresi pemikiran manusia melalui lisan/tulisan
  -Kebutuhan hidup manusia --> Mendorong terciptanya IPTEK

Struktur Ilmu Pengetahuan 

Ada 2 kutub yaitu :

1) Kesadaran/subjek (S) berperan sebagai yang menyadari atau mengetahui 
2) Objek (O) berperan sebagai yang disadari atau diketahui 

Hubungan antara S dan O menghasilkan pengetahuan

Teori Kebenaran dalam Ilmu Pengetahuan

Ada 5 yaitu :
 
~Teori kebenaran korespondensi
~Teori kebenaran koherensi
~Teori kebenaran pragmatik
~Teori kebenaran konsensus
~Teori kebenaran semantik

1. Teori Kebenaran Korespondensi : Kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataannya. Sifat kebenaran korespondensi adalah subjektif 
contoh : Saya melihat motor berwarna merah dan kenyataannya motor itu memang berwarna merah.

2. Teori Kebenaran Koherensi : Kebenaran akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek. Sifat kebenarannya adalah objektif
contoh : Beberapa dokter merasa yakin dan benar bahwa penyakit pasien itu disebabkan keracunan makanan.

3. Teori Kebenaran Pragmatik : Kebenaran akan terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaannya. contoh : AC berguna untuk mendinginkan suhu ruangan.

4. Teori Kebenaran Konsensus : Akan terjadi apabila ada kesepakatan yang disertai alasan tertentu.

5. Teori Kebenaran Semantik : Akan terjadi apabila orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.

KESIMPULAN :

Sifat Epistemologi : Kritis, normatif, dan evaluatif dapat melekat pada proses kegiatan kognitif ilmuwan. Tolak ukur kebenaran yang dipertanggungjawabkan secara logis pada ilmu pengetahuan dan kegiatan ilmiah.

Sekian dari saya tunggu postingan selanjutnya yaa...





Sabtu, 20 September 2014

PERTEMUAN KE 2 SELASA 16 SEPTEMBER 2014



Heloooo, hari ini saya mau membahas materi tentang "Pencabangan Filsafat" di antaranya yaitu metafisika dan aksiologi.

Filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan, lalu makin rasional dan sistemati.
pengetahuan manusia makin luas dan bertambah banyak. disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat.

Pembagian cabang filsafat secara umum
1.Epistemologi : filsafat ilmu pengetahuan
2.Metafisika : ontologi, kosmologi, teologi metafisik, antropologi
3.Logika : ilmu berpikir kritis 
4.Etika : filsafat tingkah laku
5.Estetika : filsafat keindahan
6.Aksiologi : filsafat nilai
7.Filsafat khusus berbagai disiplin ilmu : filsafat pendidikan, filsafat agama, filsafat hukum, filsafat ekonomi dll.


AKSIOLOGI
Aksiologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu axios dan logos. axios berarti nilai dan logos berarti ilmu. Nilai berkaitan dengan kegunaan.
Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. Aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika. Aksiologi menjadi bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik buruk, benar salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.

Aksiologi membedakan dengan jelas "fakta" dan "nilai"

~Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja. sedangkan
~Nilai adalah sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat kita.

Ada 3 ciri-ciri nilai :
1.Nilai berkaitan dengan subjek
2.Nilai tampil dalam konteks praktis
3.Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.

Macam-macam nilai :
1.Nilai ekonomis :berdasarkan hukum ekonomi
2.Nilai estetis : saat menikmati lukisan atau lagu yang indah

Peranan nilai bagi kita 

1.Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia
2.Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan tindakan
3.Menata hubungan sosial dalam masyarakat
4.Memperkuat identitas kita sebagai manusia


PENGERTIAN METAFISIKA

Secara etimologis meta  ta pshysika = Sesudah fisika. Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua (fisika).
    
Pembagian Metafisika :


 1. Metafisika Umum (Ontologi) : Membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu.


Terdapat Tiga Teori Ontologis  



     1. Idealisme      : Ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam inderawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.



     2. Materialisme : Menolak hal yang tidak kelihatan. ada yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata mata material. realitas ialah alam kebendaan.



     3. Dualisme      : Tipe fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tidak kelihatan secara fisis).



 2. Metafisika Khusus (Teologi metafisik)

   -Kosmologi : Kosmos = dunia/ketertiban, Logos = Ilmu. percakapan tentang alam                                       atau ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas.
  
   -Teologi metafisik : Di kenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan agama.

ARGUMEN-ARGUMEN METAFISIKA

       1. Argumen Ontologis : Semua manusia punya ide tentang Allah. realitas lebih sempurna dari ide. Tuhan pasti ada dan realitas adanya pasti lebih sempurna dari ide manusia tentang Tuhan.
  
      2. Argumen Kosmologis : Setiap akibat pasti punya sebab. dunia (kosmos) adalah akibat penyebabnya adanya dunia ialah Tuhan.

      3. Argumen Teleologis : Segala sesuatu ada tujuannya. seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya. pengatur tujuan adalah Tuhan.

      4. Argumen Moral : Manusia bermoral karena dapat membedakan yang baik dan buruk dasar dan sumber moralitas adalah Allah.

Sekian dulu yaaa tunggu postingan selanjutnya :)









Jumat, 19 September 2014

PERTEMUAN 1 , SENIN 15 SEPTEMBER 2014

DEFINISI FILSAFAT & KELAHIRAN FILSAFAT YUNANI


Definisi Filsafat


Etimologi "filsafat" : berasal dari bahasa Yunani Philosophia kata majemuk dari philos artinya kekasih/sahabat dan sophia artinya kebijaksanaan/kearifan/pengetahuan. Secara harafiah philosophia berarti mencintai kebijaksanaan/sahabat/pengetahuan.

Definisi filsafat menurut para ahli :
  
Filsuf Pra-Sokratik : Filsafat adalah ilmu yang berupaya memahami hakikat (arkhe/asal mula) alam dan realitas dengan mengandalkan akal budi. 

Plato                      : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni. 

Aristoteles             : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada. 

Rene Descartes, Filsuf Prancis  : Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangka penyelidikannya ialah Tuhan, alam dan manusia.

William James,Filsuf Amerika    : Filsafat adalah suatu upaya luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang.


Empat hal yang melahirkan Filsafat :

1. Kekaguman/Keheranan (Thaumasia)

Menurut Aristoteles (Metafisika) : Karena kekaguman manusia mulai berfilsafat.
Kekaguman punya dua hal penting yaitu : Ada yang kagum dan sesuatu yang mengagumkan. Subjek kekaguman : Manusia Objek kekaguman : Segala sesuatu yang ada.

Sedangkan menurut I.Kant : Kagum dengan bintang dilangit dan hukum moral dalam hatinya (coelum stellatum supra me, lex moralis intra me). 

2. Ketidakpuasan

-Sebelum filsafat lahir, mitos berperanan besar.
-Keterangan mitos tidak memuaskan manusia
-Ratio meninggalkan mitos dan lahirlah filsafat yang mencakup seluruh ilmu pengetahuan.

3. Hasrat Bertanya 

-Kekaguman melahirkan pertanyaan tak kunjung habis
-Pertanyaan membuat manusia melakukan pengamatan
-pertanyaan mengarahkan pada dasar dan hakikatnya yang menjadi ciri khas filsafat

4. Keraguan (Aporia) 

Manusia bertanya karena masih meragukan kebenaran dari apa yang diketahuinya.
keraguan merangsang manusia untuk selalu bertanya yang kemudian menggiring manusia berfilsafat.

Ada beberapa sifat dasar filsafat 

-Berpikir Radikal         : Berpikir mendalam untuk mencapai akar permasalahan dan  
memperjelas realitas.

-Mencari Asas             : Berupaya menemukan asas paling hakiki dari segala sesuatu.

-Memburu Kebenaran : Bisa dipersoalkan kembali demi meraih kebenaran yang lebih pasti

-Mencari Kejelasan      : Untuk menghilangkan keraguan guna meraih kejelasan intelektual 

-Berpikir Rasional         : Dengan ciri ciri Logis, sistematis, dan kritis.


Peranan Filsafat 

-Pendobrak : Filsafat mendobrak pintu tradisi yang sakral dan tak bisa diganggu gugat.

-Pembebas : Filsafat membebaskan manusia dari cara pikir mitis dan mistis.

-Pembimbing :Filsafat membimbing manusia berpikir secara sistematis dan logis.


Kegunaan Filsafat

Bagi ilmu pengetahuan : Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan (mater scientiarum) telah melahirkan, merawat, dan mendewasakan ilmu pengetahuan.

Bagi kehidupan praktis  : Filsafat membantu manusia memahami apa arti misalnya nilai keindahan dalam arsitektur.





KELAHIRAN FILSAFAT YUNANI

Asal usul kata "Filsafat" dan "Filsuf"

Asal kata "filsafat" dan "filsuf" berasal dari bahasa Yunani 'philosophia' dan 'philosophos' yang berarti 'pecinta kebijaksanaan'. Menurut tradisi kata itu pertama kali digunakan oleh Pythagoras (abad 6 SM). 
Dialog Plato Phaidros : Orang bijaksana cocok untuk Dewa, sementara untuk manusia lebih cocok 'pecinta kebijaksanaan' karena pemilik kebijaksanaan melampaui kemampuan insani.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi lahirnya Filsafat

Ada 3 faktor mempersiapkan lahirnya filsafat :

1. Keberadaan Mitologi : Melalui mitos manusia mencari keterangan tentang asal usul alam semesta dan kejadian dunia. Ada mitos kosmogonis (asal usul alam) dan mitos kosmologis (Sifat kejadian alam semesta) 

2. Kesusastraan Yunani berupa amsal, teka teki, dongeng digunakan sebagai buku pendidikan rakyat. Rakyat gemar puisi yang punya nilai edukatif.

3. Pengaruh ilmu pengetahuan dari Timur Kuno seperti Mesir dan Babilonia dalam astronomi dan geometri.


Peranan "Logos" dalam kelahiran Filsafat

-Mitologi Yunani berusaha menjawab persoalan alam semesta
-Sejak abad 6SM orang mulai mencari jawaban rasional tentang alam semesta
-Logos (akal budi, rasio, tuturan, bahasa) mengganti Mythos.
-Kelahiran filsafat merupakan pergumulan panjang antara mythos dan logos
-contoh:Pelangi
mtyhos berpendapat pelangi = dewi yang bertugas melayani dewa dewa lain. Sementara Xenophanes dan Anaxagoras berkata pelangi = pantulan sinar matahari pada awan.


Kaitan sifat bangsa yunani dengan kelahiran filsafat

1. Segi geografis : Daratan Yunani terdiri dari pegunungan gundul maka mereka berusaha merantau. perantauan bukanlah daerah jajahan dan bukan negara persatuan tapi punya otonomi lengkap. 

2. Segi sosial politik : Bangsa Yunani selalu merasa diri lain dari bangsa lain/asing (Barbaros).
-Faktor penentu perbedaan bangsa yunani dengan bangsa lain ialah kemerdekaan artinya orang Yunani tidak hidup di bawah pemerintahan dengan kuasa mutlak.
-Orang Yunani berlainan dengan bangsa asing karna ia hidup dalam polis = negara kecil, negara kota, rakyat yang hidup di dalamnya).
-Polis sebagai lembaga politik : pusat segala aktivitas ekonomi, sosial, politik, religius, dengan ciri-ciri sebagai berikut : otonomi, swasembada, kemerdekaan politik.
-Polis sebagai latar belakang timbulnya filsafat.


Sejarah filsafat Yunani dan kelahiran filsafat

-Pemikiran Yunani merupakan batu bangunan untuk kultur modern, tidak ada kultur modern tanpa peranan ilmu dan teknologi.
-Pemikiran ilmiah adalah temuan Yunani
-Filsafat Yunani Kuno punya posisi istimewa karena disitu ditemukan kelahiran filsafat. belajar filsafat yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat.
-Ilmu sejarah mengalami kesulitan terhadap filsafat yunani kuno karna kurangnya sumber tertulis pemikiran filsuf.