Selasa, 07 Oktober 2014

MATERI JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014

Haloo semua kembali lagi dengan saya, hari ini saya akan membahas materi tentang manusia dan afektivitasnya, kebebasan manusia serta tambahan materi yaitu inteligensi. yukkkkk..

BADAN dan AFEKTIVITASNYA

Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah afektivitasnya. Afektivitas mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.

Hidup afektif atau afektivitasnya adalah seluruh perbuatan afektif yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.


KEBEBASAN

Jiwa dan Kebebasan
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total didunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya.
Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas, karna jiwalah manusia menjadi makhluk bebas. kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme.

PENGERTIAN KEBEBASAN

Pengertian umum/kebebasan negatif/tidak ada hambatan. tapi ini bukan kebebasan eksistensial.

Pengertian kebebasan eksistensial :
-Penyempurnaan diri
-Kesanggupan memilih dan memutuskan
-Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan

JENIS KEBEBASAN
Kebebasan Horizontal : berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan.
Kebebasan Eksistensial : kebebasan positif, lambang martabat manusia dan kebebasan sosial.

INTELIGENSI

Pengetahuan kita adalah sekaligus inderawi dan intelektif. dikatakan inderawi lahir melalui pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan perasaan.


FILSAFAT MANUSIA

Haiiii semua hari ini saya ingin membahas tentang Badan dan Jiwa 


FILSAFAT MANUSIA : BADAN dan JIWA

Apasi pengertian badan dan jiwa?

Badan dan jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.

MONISME 

Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. badan dan jiwa adalah 1 substansi.

Bentuk aliran monisme yaitu :
Materialisme : menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal.
Teori Identitas : menekankan hal berbeda dari materialisme, tapi mengakui aktivitas mental manusia.
Dualisme : ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna. 

DUALISME 

Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah.

Ada 4 cabang dualisme, yaitu :
Interaksionisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa.
Okkasionalisme : memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
Paralelisme : sistem kejadian ragawi terdapat dialam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia. 
Epifenomenalisme : Melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi saraf.

sumber : rangkuman materi yang dibawakan oleh dosen pengajar Universitas Tarumanagara






FALLACIA


Haiiiiii semuaa maaf ya baru ngpost lagiii, sekarang saya mau menjelaskan tentang fallacia, yukkkk...

PENGERTIAN FALLACIA

Fallacia adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat

KLASIFIKASI :

Kesesatan formal : Pelanggaran terhadap kaidah logika.
Kesesatan Informal : Menyangkut kesesatan dalam bahasa.
Amfiboli : Sesat karena struktur kalimat bercabang.
Kesesatan Aksen/Prosodi : Sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
Kesesatan Bentuk Pembicaraan : Sesat karena orang menyimpulkan kesamaan kontruksi juga berlaku bagi yang lain.
Kesesatan Aksiden : Yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.
Kesesatan karena alasan yang salah : Konklusi ditarik dari premis yang tak relevan.

KESESATAN PRESUMSI

-Generalalisasi tergesa-gesa
-Non sequitur (belum tentu)
-Analogi Palsu
-Penalaran melingkar (petitio principii)
-Deduksi cacat
-Pikiran simplistis

MENGHINDARI PERSOALAN

-Argumentum ad hominem
-Argumentum ad populum
-Argumentum ad misericordiam
-Argumentum ad baculum
-Argumentum ad auctoritatem
-Argumentum ad ignorantiam
-Argumentum untuk keuntungan seseorang
-Non causa pro causa


KESESATAN RETORIS

-Eufemisme/disfemisme
-Penjelasan retorik
-Stereotipe
-Innuendo
-Loading question
-Weaseler
-Downplay
-Lelucon/sindiran
-Hiperbola
-Pengandaian bukti
-Dilema semu

sekiannnnnn, tunggu postingan selanjutnya okey :)

Sabtu, 27 September 2014

PERTEMUAN 5, SENIN 22 SEPTEMBER 2014

Haiiiiiii teman teman saya mau ngpost tentang silogisme, Logika, dan etika dan moral  hehhe

SILOGISME 

Apa itu Silogisme?
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis premis) disimpulkan suatu putusan yang baru.
Prinsip : bila premis benar maka simpulannya benar 
Dua macam silogisme :
1.Silogisme Kategoris
2.Silogisme Hipotetis 

SILOGISME KATEGORIS 
Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat)

contoh :
M - P perbuatan jahat itu haram
S - M menghina itu adalah perbuatan jahat
S - P maka, menghina itu haram 
Bila penalaran baik silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya.

SILOGISME KATEGORIS MAJEMUK
Bentuk silogisme yang premisnya sangat lengkap lebih dari 3 premis. 

Ada beberapa jenis jenisnya, yaitu :
-Epicherema : Silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan
-Sorites : Silogisme yang premisnya lebih dari dua. putusan putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
-Enthymema : Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. salah satu premis/simpulannya dilampaui. disebut juga silogisme singkat.
-Polisilogisme : Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme yang lainnya.


ETIKA DAN MORAL

Pengertian Etika :
Berasal dari bahasa Yunani yaitu ETHOS yang memiliki arti kebiasaan.

Istilah Moral dan etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim.

Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia.

Etika adalah Perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral yang siap pakai. 
keduanya mempunya fungsi yang sama yaitu memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini tetapi bedanya moralitas langsung mengatakan kepada kita 
     "Inilah caranya anda harus melangkah"

sedangkan etika justru mempersoalkan 
     "Apakah saya harus melangkah dengan cara itu?"

Dua macam Etika yang berkaitan dengan Nilai dan Norma 

a) Moral secara umum 
Moral adalah Norma untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi menjadi 2 :
-moral filosofis 
-moral teologis 

Moral Filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan 
misalnya : moral pancasila
Moral Teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama.

BERDASAR KAJIAN ILMU 
1. Etika Normatif : Mempelajari secara kritis dan metodis norma norma yang ada untuk dapat dipertanggung jawabkan maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
2. Etika Fenomenologis : Mempelajari secara kritis dan metodis gejala gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma norma, dsb. 

BERDASAR JENISNYA ETIKA
1.Etika Deskriptif : Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.


LOGIKA

Apa itu Logika? 
Logika dari bahasa Yunani yaitu Logikos berarti sesuatu yang diungkapkan/diutarakan lewat bahasa.
Logika = Cabang filsafat yang mempelajari, menyusun dan membahas asas asas/ aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

secara singkat Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus 
(tepat).
Logika bukanlah teori belaka. logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.

Ilmu Pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. 

OBJEK LOGIKA
Ada 2 objek yaitu :
-Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
-Objek Formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat dan tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa. 

MACAM MACAM LOGIKA
Ada 2 macam logika yaitu :
-Logika kodrati : suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
-Logika ilmiah : berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari. 

LOGIKA FORMAL
-Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk
-Logika formal disebut juga logika minor

LOGIKA MATERIAL/ISI 
-Logika yang membahas tentang kebenaran isi
-Logika material disebut juga logika mayor

Sudah dulu ya, bsk post lagi :)


Jumat, 26 September 2014

19 September 2014

Haihaiiiiii hari ini saya mau post tentang induksi dan deduksi 

mari dibacaaaa 

INDUKSI

Penalaran induksi adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu untuk menarik kesimpulan yang umum tertentu.

Premis hanya menetapkan bahwa kesimpulan berisi suatu kemungkinan sebab premis hanya mengandung sebagian dari bukti atau data yang dibutuhkan kesimpulan.

CIRI CIRI PENALARAN INDUKSI
1)Premis premis dalam penalaran induksi merupakan proposisi empiris yang berhubungan langsung dengan observasi indera, indera menangkap dan akal menerima
2)Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada yang dinyatakan didalam premis premisnya. karena itu pikiran tidak terikat untuk menerima kebenaran kesimpulannya. jadi menurut kaidah kaidah logika penalaran ini tidak sahih
3)Meskipun kesimpulan induksi itu tidak mengikat akan tetapi manusia yang normal akan menerimanya kecuali, apabila ada alasan untuk menolaknya. jadi dapat dikatakan bahwa kesimpulan induksi itu memiliki kreadibilitas rasional yang disebut probabilitas.

GENERALISASI INDUKTIF
-Proses induksi dapat dibedakan menjadi generalisasi induksi, analogi induktif dan hubungan sebab akibat
-Generalisasi induktif merupakan proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala atau sifat2 tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua.
-Dapat dikatakan juga sebagai bentuk penalaran yang bertitik tolak dari hal hal yang bersifat khusus atau premis ditarik kesimpulan yang bersifat umum

Prinsipnya adalah "Apa yang terjadi beberapa kali dapat diharapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi".

ANALOGI INDUKTIF
-Analogi adalah berbicara mengenai dua hal yang berlainan dan dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan
-Dalam melakukan perbandingan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu persamaan dan perbedaan.
-Apabila kita membandingan dua orang hanya melihat dari aspek persamaanya tanpa melihat perbedaan maka timbullah analogi yaitu persamaan di antara dua hal yang berbeda.

1.Generalisasi tidak terbatas secara numerik
artinya generalisasi tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
2.Generalisasi tidak terbatas secara "spasiotemporal"
artinya generalisasi tidak boleh terbatas dalam ruang dan waktu jadi berlaku dimana saja dan kapan saja.
3.Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian
misalnya ada fakta bahwa anak SMA itu berbeda dengan mahasiswa.

Analogi dalam penalaran adalah analogi induktif yang artinya suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lainnya yang memiliki sifat sifat esensial yang sama.

Prinsip dasar penalaran analogi induktif adalah 
"Karena hal d analog dengan a,b,c maka apa yang berlaku bagi a,b dan c dapat diharapkan berlaku juga untuk d."

FAKTOR PROBABILITAS 
Probabilitas adalah keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan
misalnya kesimpulan bahwa "semua manusia akan mati" maka kesimpulanya adalah yang pasti benar hanya jika menunjuk pada mereka yang telah mati.'

Fakta disanologi dengan prinsipnya 
"semakin besar faktor disanologi didalam premis akan semakin tinggi probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud dengan faktor disanologi adalah faktor ketidaksamaan.

Fakta analogi berkenaan dengan prinsip 
"semakin besar jumlah faktor analogi didalam premis akan semakin rendah probabilitas konklusinya dan sebaliknya." yang dimaksud hal ini adalah faktor kesamaan.

KESESATAN GENERALISASI/ANALOGI

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kesesatan dalam penalaran induktif yaitu :
1. Faktor tergesa gesa
2. Faktor ceroboh
3. Faktor prasangka

HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
-Bentuk penalaran induksi yang ketiga adalah hubungan sebab akibat
-Prinsip umum hubungan sebab akibat menyatakan bahwa 
"suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu."
-Hubungan sebab akibat seringkali dikaitkan bahwa keadaan yang terjadi disebabkan oleh keadaan atau kejadian lainnya. kejadian yang lainnya disebut sebab dan yang terjadi sebagai akibat.

Hubungan sebab akibat merupakan suatu hubungan yang intrinsik atau hubungan yang asasi dalam pengertian hubungan yang sedemikian rupa sehingga apabila satu (Sebab) ada/tiada maka yang lain juga pasti ada/tiada,

Hubungan sebab akibat antara peristiwa peristiwa dapat terjadi dalam 3 pola yaitu :
1.pola dari sebab ke akibat
2,pola dari akibat ke sebab
3.pola dari akibat ke akibat



DEDUKSI

Penalaran dibedakan menjadi dua yaitu tidak langsung dan langsung

-Penalaran tidak langsung mencakup penalaran deduktif dan induktif
-Penalaran deduktif ini selalu diungkapkan dalam bentuk silogisme

Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis premis dan dari premis itu ditarik suatu kesimpulan.

premis dari suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan.
artinya jika premis benar maka kesimpulan juga harus benar.

CIRI CIRI SILOGISME 

  1. Semua pernyataannya (proposisi) adalah proposisi kategoris
  2. Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan 
  3. Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing masing term tamoak didalam dua dari tiga proposisi.


CRITICAL THINKING 

BERPIKIR KRITIS  :
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati hati mengamati/memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.

KARAKTERISTIK BERPIKIR KRITIS 
1.Rasional
2.Reasonable
3.Reflektif 
-Berpikir kritis tidak "melompat pada kesimpulan" ; buruh waktu untuk koleksi data, timbang fakta, dan pikirkan permasalahan.

MELIBATKAN SKEPTICISM YANG SEHAT DAN KONSTRUKTIF
-Tidak menerima atau menolak ide ide kecuali karena mengerti hal tersebut 
-Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.

OTONOMI
-Tidak mudah dimanupulasi
-berpikir dengan pikiran sendiri

KREATIF 
-Menciptakan ide ide orisinil dengan cara menghubungkan pemikira pemikiran dan konsep

ADIL
-Tidak bias atau berpihak

DAPAT DIPERCAYA DAN DILAKUKAN 
-Memutuskan tindakan yang akan dilakukan  
-Membuat observasi yang dapat dipercaya 
-Menegakkan kesimpulan secara tepat
-Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan

5 Model Berpikir Kritis 
T : Total Recall (Pemanggilan Total)
=Mengingat fakta/suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan.
=Kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran.

H : Habits (Kebiasaan) 
=Pendekatan berpikir yang diulang ulang dengan sering 
-Sesuatu yang "dilakukan tanpa berpikir"
-Walaupun bukan dilakukan tanpa dipikir tetapi hal tersebut telah mendarah daging sehingga terlihat seperti tidak disadari

I  : Inquiry (Pencarian Informasi)
=Memeriksa isu isu secara mendalam dengan menanyakan hal hal yang terlihat nyata
=Cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu kesimpulan
N : New ideas and creativity (Ide ide baru dan kreatifitas)
=Model ini membuat sso berpikir melebihi buku sumber
=Kreatif><Habits

K : Knowing how you think (Mengetahui apa yang anda pikirkan)
=Berpikir tentang bagaimana sso berpikir
=METACOGNITION : Berada diantara proses mengetahui



PERTEMUAN 4

Haiiiii saya mau ngpost lagi nih pertemuan ke4 dan maafkan yaaa baru post heheh :)
yukkk mari dilihat dan dibaca


SUBYEKTIVISME DAN OBYEKTIVISME

Subyektivisme 
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu.

Pendukung pandangan ini adalah : 



Aristoteles

Plato

Rene Descartes


Ciri-ciri pendekatan subyektivisme :

   -Menggagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus (semacam kepercayaan yang istimewa) misalnya : sejarah, kepercayaan dsb 
  
   -Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.

  -Prinsip subyektif tentang alasan cukup,karena pengalaman bersifat personal benar secara pasti dan meyakinan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.

Subyektivisme menurut Descartes :

 Cogito ergo sum cogitans : saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir. Ketika descartes berbicara mengenai "berpikir" ia tidak bermaksud secara ekslusif pada penalaran saja tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak (seluruh kegiatan sadar) masuk dalam kegiatan "berpikir".

    -Realisme epistemologi : berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan saya dengan 
"apa yang lain" dari diri saya. 

    -Idealisme epistemologi : berpendapat bahwa setiap tindakan mengetahui berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni. 


OBYEKTIVISME
Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari soal yang sederhana sampai teori yang kompleks mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu.

Pendukung pandangan ini adalah :
-Popper
-Latatos 
-Marx

Ada 3 pandangan dasar obyektivisme :
1.Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subjektif
2.Kebenaran itu datang dari bukti faktual
3.Kebenaran hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi

    Pandangan ini sangat dekat dengan positivisme dan empirisme

Perbedaan antara obyek khusus dan obyek umum :

-Obyek Khusus merupakan data yang ditangkap hanya oleh satu indera misalnya warna, suara, bau

-Obyek Umum merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat dan diraba atau oleh indera lainnya.



KONFIRMASI, INFERENSI, DAN KONSTRUKSI TEORI

Konfirmasi = Penegasan, memperkuat
Fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna tentang sesuatu.

Ada 2 aspek konfirmasi yaitu : 
Kuantitatif
Kualitatif

KONFIRMASI KUANTITATIF 
Dengan membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum (generalisasi).

KONFIRMASI KUALITATIF
Melakukan dengan wawancara mendalam

Ada 3 jenis konfirmasi :
1) Decision Theory : Kepastian berdasarkan keputusan apakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual
2)Estimation Theory : Menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. misalnya statistik
3)Reliability Theory : Menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah ubah terhadap hipotesis


INFERENSI
Kata inferensi artinya penyimpulan
Penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan
inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)

Jenis jenis inferensi :
-Didalam logika proses penarikan konklusi dapat dilakukan melalui dua cara
-Yakni, cara deduktif dan induktif 
-Inferensi deduktif terbagi kedalam 2 jenis yaitu : 1)Inferensi langsung dan inferensi tidak langsung

INFERENSI LANGSUNG 
Inferensi langsung ialah penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan)
Premis yaitu data, bukti, datau dasar pemikiran yang menjamin terbentuknya kesimpulan
Kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis premis yang tersedia dan berhubungan secara logis dengan pernyataan tersebut.

INFERENSI TIDAK LANGSUNG
Inferensi tidak langsung adalah penarikan kesimpulan dengan menggunakan dua premis
konklusi tidaklah lebih umum daripada premis premisnya
premis premis merupakan proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi 
proposisi yang menjadi premis dalam suatu silogisme disebut antesendens, sedangkan propsisi yang menjadi konklusi disebut konsekuens.
Predikat konklusi disebut term mayor sedangkan subyek konklusi disebut term minor.
Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor sedangkan premis yang mengandung term minor disebut premis minor.

HUKUM INFERENSI : 
1)Kalau premis premis benar maka kesimpulan benar
2)Kalau premis premis salah maka kesimpulan dapat salah dapat kebetulan benar
3)Bila kesimpulan salah maka premis premis juga salah
4)Bila kesimpulan benar maka premis premisnya dapat benar tetapi dapat salah juga

Ada 2 kutub arti teori :
-Kutub 1 : Teori sebagai hukum eksperimental
-Kutub 2 : Teori sebagai hukum yang berkualitas normal seperti teori relativitasnya Einstein

Konstruksi Teori 
Definisi teori = Model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomen alami/sosial tertentu
Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.

Pengelompokan perkembangan ilmu pengetahuan dalam 3 periode :
1)Animisme : Fase percaya pada mitos 
2)Ilmu Empiris : Tolak ukur ilmu paling sederhana adalah pengalaman, klasifikasi, penemuan hubungan, perkiraan kebenaran.
3)Ilmu Teoretis : Gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.

Ada 3 model konstruksi teori, yaitu :
1) Model Korespondensi : Kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2) Model Koherensi : Sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu.
3) Model Paradigmatis : Konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam menyederhanakan yang kompleks.

Aliran dalam konstruksi teori 
-Reduksionisme : Teori itu suatu pernyataan yang abstrak tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji langsung.
-Instrumentalisme : Teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
-Realisme : Teori dianggap benar bila real secara substantif ada bukan fiktif.

sekian dulu yaaa, saya lanjutkan materi selanjutnya ditunggu dan jangan lupa dikomentar